Kota Malang (MTsN 1) – Wajah ceria
tampak pada dua siswi Matsanewa, Dania Wijayanti dan Rizqina Faizana, sesaat
setelah memasuki hotel Savana, Kamis (29/8).
Wajar mereka tampak bahagia karena pada
hari itu mereka melakukan pameran hasil inovasinya tentang logan rice atau beras nonpadi. Disebut juga beras analog, yaitu beras
yang dibuat dari bahan selain padi, tetapi dapat ditanak menjadi nasi.
Bukan hanya datang dan melakukan
pameran, namun Dania dan Rizqina juga akan memperoleh penghargaan sebagai juara
1 Lomba Inovasi Teknologi Kota Malang bidang agribisnis.
Dengan didampingi Sutrisno (Kasi Pendma
Kemenag Kota Malang), Samsudin (Kepala MTsN 1 Kota Malang), dan Lailatul
Chusniyah (Pembina KIR), Dania dan Rizqina tampak bahagia setelah meraih juara
1 Inotek serta menyisihkan puluhan kompetitor.
Hal yang lebih membanggakan lagi karena
Inotek ini adalah lomba umum yang pesertanya tidak terikat pada kelompok umur tertentu.
Sehingga dua siswi Matsanewa itu juga harus bersaing dengan para mahasiswa
maupun dosen. Dania dan Rizqina juga tercatat sebagai peserta termuda dalam
Inotek tahun ini.
“Awal dari keikutsertaan kami di Inotek
ini adalah membuat sebuah proyek penelitian, lalu mengirimkan proposalnya ke
panitia Inotek di Barenlitbang (Badan Perencanaan, Penelitian, dan
Pengembangan) Kota Malang. Sepuluh proposal terbaik akan diundang ke Balai Kota
untuk melakukan presentasi,” ungkap Dania Wijayanti.
Setelah masuk 10 besar proyek penelitian
terbaik, Dania dan Rizqina selanjutnya harus mempresentasikan penelitiannya itu
di depan dewan juri.
“Saya sangat bersyukur bisa meraih juara
1 dan saya juga berterima kasih kepada para pembina. Ke depannya saya juga
berharap bisa meraih juara lagi di event
selanjutnya,” imbuh siswi kelas 8E tersebut.
Kepala MTsN 1 Kota Malang, Samsudin juga
sangat mengapresiasi capaian prestasi Dania dan Rizqina di ajang Inotek 2019.
“Alhamdulillah, prestasi yang kita raih
tahun ini sangat luar biasa. Inotek memang secara rutin tiap tahun kita ikuti.
Tahun kemarin kita memang juara namun belum juara 1. Tahun ini, alhamdulillah
kita berhasil meraih juara 1 sekaligus menjadi satu-satunya pelajar yang bisa
meraih juara. Ini kebanggaan bagi kita sekaligus menginformasikan bahwa
penelitian yang dilakukan di MTsN 1 Kota Malang bisa berjalan dengan baik dan
harapannya bisa memotivasi siswa lainnya,” jelas Samsudin saat ditemui di ruang
guru.
Plt. Kepala Barenlitbang Kota Malang,
Erik Setyo Santoso menyampaikan, peserta lomba Inotek dari tahun ke tahun terus
bertambah. Tahun ini, total ada 127 proposal yang masuk dan mengalami
peningkatan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Dengan rincian, 22 proposal agribisnis,
11 proposal bidang energi, 31 proposal kategori kesehatan dan lingkungan hidup,
serta yang paling besar pada bidang teknologi informasi dan komunikasi sebanyak
63 proposal.
Dari total proposal yang masuk sejak
Maret lalu, kemudian juri yang berasal dari kalangan akademisi memilah dan dari
setiap kategori ditetapkan 10 proposal terbaik.
“Kemudian dari masing-masing kategori
dipilih tiga terbaik. Seluruhnya telah dinilai pakarnya dari UM, UB, serta
UIN,” katanya di hadapan ratusan undangan yang hadir dalam kegiatan
Penganugerahan dan Pameran Inotek 2019.
Lebih lanjut Erik menerangkan, para
pemenang atau inovator terbaik yang terpilih itu kemudian dilanjutkan dalam
lomba inovasi tingkat Provinsi Jawa Timur. Hasilnya, ada sembilan inovasi yang
kini masuk dalam 10 besar nominator tingkat Provinsi Jatim.
Dengan rincian lima inovasi di bidang
kesehatan, bidang energi satu inovasi, dan tiga inovasi lain di bidang
lingkungan hidup. Melalui kegiatan penganugerahan ini, dia berharap masyarakat
semakin terpacu untuk terus membuat inovasi yang kekinian dan dapat
dimanfaatkan masyarakat. (Zul)


