Kota Malang (MTsN 1)
- Dalam rangka
pengembangan kelembagaan (sekolah) dan peningkatan pelayanan pendidikan di
wilayah kerja Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten Sidoarjo, Asrori,
sebagai Kepala Kantor, bermaksud membentuk lembaga sekolah yang menyelenggarakan proses pembelajaran dengan sistem boarding/ma’had.
Oleh karena itu
dikirimlah lima orang Pengawas di lingkungan pendidikan Kabupaten Sidoarjo, mereka
adalah Abdul Mukhlis,
Abdullah, Totok Harwanto, Abdul Ghofir, Saiful Islam, dan satu Kepala SMPN,
Abdul Qodim, ke MTsN 1 Kota Malang untuk mengkaji tentang penyelenggaraan
Asrama Siswa (Ma’had), pada Rabu (31/7) mulai pukul 09.30 hingga 14.30 WIB.
Kehadiran rombongan,
yang berjumlah 6 orang ini, didampingi oleh Kasi Pendma Kantor Kementerian
Agama Kota Malang, Sutrisno, mengkaji secara mendalam tentang manajemen
penyelenggaraan, sarana dan prasarana pendukung, pengelolaan kurikulum (pendidikan
formal dan ma’had), dan supporting
komite Madrasah yang sedang dilaksanakan di ma’had MTsN 1 Kota Malang, untuk
selanjutnya dijadikan referensi penyelenggaraan pelaksanaan pendidikan dengan boarding
system.
Dalam sambutannya,
Abdul Mukhlis, sebagai ketua rombongan, menyatakan bahwa rencana
penyelenggaraan model pelayanan pendidikan tersebut muncul sebagai akibat
dilaksanakannya sistem penerimaan siswa baru dengan kebijakan zonasi, di mana para
orang tua lebih cenderung memilih lembaga pendidikan untuk para putra dan
putrinya ke pondok-pondok pesantren.
Para anggota rombongan
tamu sangat antusias menanyakan hal-hal terkait pokok-pokok kajian tersebut di
atas, yang kemudian dijawab oleh kepala MTsN 1 Kota Malang, Samsudin, terkait
manajemen penyelenggaraan. Mengenai sarana dan prasarana pendukung serta
dukungan komite madrasah dijawab oleh Waka Humas dan Penjaminan Mutu, Mas’udi.
Sedangkan pertanyaan
terkait pengelolaan kurikulum formal dan ma’had dijawab oleh Mudir Ma’had Al Madani,
Akhmad Fauzi.
Pertemuan bersifat seremonial yang dikemas secara nonformal,
santai tapi serius ini sempat dilaksanakan break
selama 20 menit, sebab sesuai dengan program bahwa setiap pukul 12.00 hingga
12.20 semua kegiatan dan pelayanan dihentikan karena seluruh civitas akademika MTsN 1 Kota Malang diharuskan menuju
masjid Al Fajr, yang berada di lingkungan madrasah, untuk melaksanakan salat Zuhur.
Pada akhir dialog, yang berlangsung sekitar 5 jam
ini, Mas’udi, menekankan bahwa yang paling penting dalam penyelenggaraan Ma’had
Al Madani MTsN 1 Kota Malang ini adalah peran aktif para pengurus komite
madrasah, yang terlibat secara langsung mulai dari perencanaan, pengawasan,
hingga pengusahaan dana pendukung.
Kegiatan kunjungan,
yang dirasakan sangat singkat oleh para anggota rombongan tamu ini, berakhir dengan harapan agar pertemuan tidak
hanya berhenti sampai saat itu, tapi lebih lanjut diharapkan dapat
terjalin kerja sama demi terciptanya proses pembelajaran dengan sistem ma’had di wilayah kerja Kabupaten
Sidoarjo. (Mcudy).
