Kota Malang (MTsN 1) – Meriah, menarik,
dan menghibur, itulah satu kata-kata yang tepat untuk menggambarkan Pembukaan Kompetisi
Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi Jawa Timur, Rabu (14/8).
Gelaran KSM Jawa Timur 2019 bertempat di
Kota Malang dan Pembukaan dilaksanakan di Gedung Bundar Al-Asy’ari Universitas
Islam Malang.
Ribuan penonton tampak hadir dan
memenuhi venue acara dan berbagai
tampilan menarik anak-anak madrasah Kota Malang juga ditampilkan di acara
tersebut.
Tampilan seni diantaranya adalah gambus
dari siswa MAN 1 Kota Malang, tari saman dari MAN 2 Kota Malang, jimbe dari
MTsN 1 Kota Malang, tari selamat datang dari MTsN 2 Kota malang, lagu dan
tampilan siswa dari MIN 1 Kota Malang, serta tari bapang dari MIN 2 Kota
Malang.
Ribuan peserta yang hadir tampak
menikmati dan mengikuti semua rangkaian acara yang tersaji. Rangkaian acara
tersebut adalah tampilan seni siswa, sambutan-sambutan, dan pembukaan secara
resmi KSM tingkat Provinsi Jawa Timur.
Pembukaan KSM Jawa Timur dihadiri oleh
5.000 undangan yang terdiri atas Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah)
Malang Raya, Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, Kasi Pendidikan
Madrasah se-Jawa Timur, Kepala MIN, MTsN, dan MAN se-Jawa Timur, dan ribuan
siswa MIN, MTsN, dan MAN di Kota Malang.
Sedang peserta KSM Jawa Timur 2019
berjumlah 1.254 siswa dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Peserta tersebut
terdiri atas 6 siswa MI, 9 peserta MTs, dan 18 peserta MA di tiap
kota/kabupaten se-Jawa Timur.
Selain jajaran pejabat Kemenag
Kota/Kabupaten se-Jawa Timur dan Kanwil Jawa Timur. Pembukaan KSM tingkat Jawa
Timur ini juga dihadiri oleh Wali Kota Malang, Sutiaji serta Direktur Jenderal
Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin.
Dalam sambutannya, Dirjen Pendis Kemenag
RI turut mengapresiasi keberadaan madrasah di Indonesia. Saat ini terdapat 10
juta anak Indonesia yang belajar di Madrasah. Maka dari itu, Indonesia punya
harapan besar terhadap madrasah.
Lebih lanjut, Kamaruddin Amin mengatakan
bahwa bangsa Indonesia mengharapkan lembaga pendidikan yang bernama pendidikan
Islam, khususnya madrasah, agar bisa berkontribusi secara fundamental,
signifikan, dan esensial untuk meningkatkan daya saing bangsa.
Dalam kesempatan itu, Kamaruddin juga
mengucapkan terima kasih kepada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur
atas terselenggaranya KSM. Karena KSM ini akan berfungsi sebagai instrumen
dalam mencetak generasi bangsa di masa yang akan datang.
“Kita tunggu anak-anak kita untuk
bertemu di KSM nasional. Bahkan kita harapkan anak-anak kita dikirim untuk
mengikuti olimpiade internasional di berbagai negara dalam berbagai bidang
studi,” pungkasnya. (Zul)

