Jalan Pekalongan terletak di belakang
gedung Ma'had Al-Madany. Para santri pun telah sejak lama menjalin sinergi
positif dengan warga. Hal ini ditunjukkan dengan mereka menggelar acara bersama
warga. Misalnya di acara PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) dan PHBN
(Peringatan Hari Besar Nasional).
Membaur dan bersosialisasi dengan
masyarakat sekitar adalah hal yang sangat penting bagi seseorang. Termasuk bagi
para santri Ma'had Al-Madany, karena dengan begitu mereka bisa mewarnai dan
memberikan nilai positif bagi warga.
Acara tasyakuran diawali dengan
menyanyikan lagu "Indonesia Raya" dan teriakan "merdeka"
yang dikumandangkan serentak warga dan santri ma'had. Setelah itu acara
dilanjutkan dengan orasi tentang pentingnya menanamkan rasa nasionalisme dan
patriotisme pada generasi muda masa kini.
Generasi muda saat ini juga patut
bersyukur karena telah menikmati kemerdekaan dan karenanya harus mengisi
kemerdekaan itu dengan hal-hal yang positif.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan
zikir dan doa bersama untuk para pahlawan pejuang kemerdekaan serta untuk
keselamatan bangsa Indonesia. Usai doa, kegiatan diakhiri dengan pemotongan
tumpeng dan panggung gembira.
Kepala Ma'had Al-Madany, Akhmad Fauzi,
saat dihubungi pada Minggu (18/8), menyampaikan bahwa ia sangat mengapresiasi
adanya kegiatan ini sebagai media pembelajaran bagi para santri untuk
bermasyarakat, mensyukuri nikmat kemerdekaan, dan mengisinya dengan hal-hal
yang positif.
"Selaku Kepala Ma'had saya
mengapresiasi kegiatan santri bersama warga sekitar. Kegiatan ini secara rutin
perlu diadakan untuk melatih santri bermasyarakat, mensyukuri nikmat
kemerdekaan, dan mengisinya dengan hal-hal yang positif," ungkap Fauzi
yang turut mendampingi para santrinya untuk hadir menyemarakkan tasyakuran
bersama warga Jalan Pekalongan. (Zul)


