Kota Malang (MTsN 1) – Media
pembelajaran adalah alat bantu proses belajar mengajar. Pengertian lain
menjelaskan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat
dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan atau
keterampilan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.
Pengertian di atas menjelaskan bahwa
media pembelajaran mempunyai peran penting dalam upaya keberhasilan proses KBM
di kelas. Karena itulah guru dituntut untuk lebih kreatif dalam membuat media
sebagai alat bantu penyampaian materinya di kelas agar apa yang ia sampaikan
mudah dipahami oleh siswa.
Berkaitan dengan hal itulah, MGMP Bahasa
Indonesia MTs Kota Malang mengadakan lokakarya Pengembangan Media Pembelajaran
Kreatif dan Inovatif, pada Rabu (11/9) yang bertempat di aula MTsN 1 Kota
Malang.
Kegiatan ini juga merupakan diseminasi
atau pengimbasan yang dilakukan oleh Suci Firiyani Ariesta yang sebelumnya
telah mengikuti lokakarya tentang pengembangan media pembelajaran.
Kegiatan lokakarya ini dibuka dengan
sambutan yang disampaikan oleh Ketua MGMP Bahasa Indonesia MTs Kota Malang,
Yuyus Robentien.
“Dalam hal yang berkaitan dengan
kreativitas, pelayanan terhadap anak bangsa, dan profesionalisme jangan
(lama-lama) berada di zona nyaman. Dari guru harus selalu muncul kreativitas
dan pembaruan, jangan puas di posisi good
tapi kita harus menuju posisi great,”
jelas Yuyus seraya memotivasi para guru agar terus berkreasi dan berinovasi
dalam pembelajarannya di kelas.
Setelah itu, acara langsung dilanjutkan
dengan materi umum pengembangan media pembelajaran kreatif dan inovatif serta
praktik membuat media. Kegiatan tampak meriah saat para guru beradu kreativitas
dalam membuat media pembelajaran.
Media pembelajaran yang dibuat pun cukup
sederhana karena hanya membutuhkan karton, bolpoin, dan spidol. Namun, dengan
kreativitasnya para guru bisa membuat media pembelajaran yang kreatif dan
menarik.
Misalnya media tentang menulis puisi,
memahami struktur cerpen dan fabel, serta menulis teks narasi. Usai para guru
membuat media, mereka langsung mempresentasikan dan menjelaskan tentang media
yang dibuatnya dan materi apa yang akan diajarkan.
Usai lokakarya ini diharapkan para guru
bisa terampil dalam mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif
dalam mendukung KBM-nya di madrasah masing-masing. (Zul)