Langsung ke konten utama

Menteri Agama Kunjungi Stan MTsN 1 Kota Malang



Kota Malang (MTsN 1) – Pada pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2019 di Manado pekan ini juga digelar Madrasah Young Researcher Camp (MYRES). Sebanyak 18 proposal terbaik dari 54 proposal penelitian siswa madrasah se-Indonesia akan ditampilkan di sini. Mereka akan mempresentasikan dan menggelar pameran hasil riset dalam bidang sains, sosial, dan ilmu keagamaan.
Tim MTsN 1 Kota Malang berhasil menjadi salah satu dari 18 tim yang berhak menggelar pameran dan melakukan presentasi di Manado, Sulawesi Utara. Tim MTsN 1 Kota Malang beranggotakan Muhammad Ismail Umar (kelas 9F) dan Muhammad Alim Majid (8K), sedang penelitian yang membawa mereka berhasil tampil di Manado adalah tentang “Magic Pen untuk Siswa Berkebutuhan Khusus”.
Sebuah kebanggaan bagi Matsanewa ketika siswanya berhasil lolos ke MYRES 2019 dan berkompetisi dengan peserta terbaik dari berbagai madrasah di Indonesia. Kebanggaan itu juga makin terasa tatkala Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, mengunjungi stan mereka dan menyaksikan hasil penelitian karya siswa MTsN 1 Kota Malang.
Zulfiki, guru MTsN 1 Kota Malang dan Wali Kelas 9F, saat dihubungi pada Rabu (18/9) juga mengungkapkan rasa bangga dengan capaian salah satu anak didiknya yang berhasil tampil di MYRES 2019.
“Alhamdulillah, Ismail dan Alim bisa tampil untuk memamerkan serta mempresentasikan hasil penelitiannya di MYRES 2019. Ini adalah sebuah kebanggaan bagi warga Matsanewa dan kami semua juga berharap agar Ismail dan Alim bisa meraih prestasi terbaik di sana dan memperoleh banyak pengalaman berharga,” tegasnya. (Red) 
 


Postingan populer dari blog ini

MTsN 1 Kota Malang Borong Juara 1 Pidato Bahasa Indonesia Porseni MTs Kota Malang

Kota Malang (MTsN 1) – Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Malang kembali mengukir prestasi setelah berhasil meraih juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia kategori putra dan putri, Porseni MTs seluruh Kota Malang. Untuk kategori putri diraih oleh Salsabila Ranaita Ahmad (8A), sedangkan Farihul Alimin (7M) menjadi juara di kategori putra. Mereka mengungguli peserta lain dari 34 madrasah se-Kota Malang. Prestasi ini menjadi tradisi setelah tahun 2017 juga meraih juara pada ajang yang sama. Misbahul Amri selaku juri lomba pidato bahasa Indonesia mengaku kaget karena dua-duanya berasal dari sekolah yang sama. “Saya tidak tahu kalau mereka dari MTs 1 Kota Malang, karena memang tidak ada atribut dan   identitas di naskah maupun kostum mereka. Ini artinya mereka memang menguasai materi dan performansi yang apik,” tutur doktor Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang tersebut.      Koordinator Porseni MTs cabang pidato bahasa Indonesia, Yoga Prasetya...

Siswa MTsN 1 Kota Malang Raih Juara 1 Muslim Star Event 2019

Kota Malang (MTsN 1) – Siswa MTsN 1 Kota Malang, Muhammad Aziden Herlambang, berhasil meraih prestasi membanggakan pada bulan Ramadan tahun ini. Siswa kelas 8H tersebut sukses mendapatkan juara 1 dalam ajang Muse (Muslim Star Event) All Star 2019 yang diadakan oleh RRI Malang. Muse All Star adalah kompetisi hafalan Alquran bagi mereka yang telah berhasil meraih juara di ajang yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam grand final ajang yang tahun ini mengangkat tema let the star rise , Aziden tampil dengan penuh percaya diri dalam hafalan juz 29 dan berhasil meraih nilai tertinggi yang akhirnya mengantarkannya meraih predikat terbaik atau juara 1. Tak ayal, keberhasilan ini disambut dengan suka cita oleh siswa matsanewa tersebut beserta keluarganya. Aziden mengaku sangat senang dengan prestasi yang didapatnya kali ini, sekaligus meneruskan prestasi tahun lalu yang berhasil menjadi juara 1 Muse season 4. Sang ibu pun sangat bangga dengan raihan prestasi Aziden dan menyam...

MTsN 1 Kota Malang Raih Juara 1 Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional

Kota Malang (MTsN 1) – MAN Insan Cendekia Tangerang sukses melaksanakan kegiatan Sonic Linguistic 2019. Dari lomba lomba tersebut, MTsN 1 Kota Malang menjadi juara 1 di bidang lomba musikalisasi puisi. Tim Musikalisasi Puisi Matsanewa terdiri atas Kayana Ayunda Diyanti (vokal), Khansa Peridhia Naura (gitar), Aisyah Najwa Kasyfa (gitar), Nadira Berliana Cyril (biola), Tian Dyandra Annahel (biola), Djoni (pembina musik), Yoga Prasetya (pembina puisi), dan Mahardika (pendamping lomba).        Khansa Peridhia Naura, sang gitaris yang merangkap penabuh cajon, saat ditemui pada Rabu (27/2), menyatakan perasaan bahagianya. “Alhamdulillah, terima kasih kepada Pak Djoni, Pak Yoga, dan Pak Dika yang telah membina dan mendampingi kami. Saya pribadi masih banyak PR (evaluasi-red) yang harus diperbaiki. Misalnya, masih kaku saat memainkan cajon. Terus ekspresi wajah saya kata teman-teman masih kurang rileks,” ujar siswi kelas 8 bilingual tersebut sambil tertawa. ...