Langsung ke konten utama

PMR Matsanewa Raih Enam Piala Bara Pamera XV Tingkat Nasional



Kota Malang (MTsN 1) – Tim PMR Matsanewa sukses meraih enam piala dalam ajang Bara Pamera (Bakti dan Silaturahmi Palang Merah Remaja) XV tingkat nasional yang diadakan oleh KSR PMI Unit UIN Malang.
Acara yang dipusatkan di lapangan Yon Armed, Singosari, Kabupaten Malang ini berlangsung mulai Jumat (27/9) sampai Minggu (29/9). Para peserta juga mendirikan tenda di sana sembari mengikuti berbagai cabang lomba yang disediakan panitia.
PMR Matsanewa memberangkatkan 20 siswanya yang terbagi dalam dua tim dan akhirnya sukses mendulang enam piala. Piala tersebut adalah juara 1 Pertolongan Pertama; Tim Terbaik Kategori Kenetralan; Tim Terbaik Kategori Kesamaan; juara harapan 2 Kesiapsiagaan Bencana; juara harapan 3 Kesehatan Remaja; dan juara harapan 3 Kepemimpinan.
Chandra Dewi, Pembina PMR Matsanewa mengaku bangga dan bahagia dengan capaian anak didiknya yang berhasil meraih enam piala dalam Bara Pamera XV.
“Alhamdulillah, kami sebenarnya tidak menyangka bisa meraih enam piala. Bahkan di lomba pertolongan pertama bisa mendapatkan juara 1. Hal ini karena tim-tim lain juga bagus-bagus,” ungkapnya.
Selanjutnya, Pembina PMR yang akrab disapa Mbak Caca ini juga menyampaikan bahwa prestasi di Bara Pamera XV itu tak terlepas dari kegigihan dan kekompakan siswa dalam mengikuti berbagai cabang lomba.
“Kami berharap anak-anak PMR makin termotivasi dengan prestasi ini dan makin lebih baik ke depannya,” pungkas Mbak Caca. (Zul)      

Postingan populer dari blog ini

MTsN 1 Kota Malang Borong Juara 1 Pidato Bahasa Indonesia Porseni MTs Kota Malang

Kota Malang (MTsN 1) – Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Malang kembali mengukir prestasi setelah berhasil meraih juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia kategori putra dan putri, Porseni MTs seluruh Kota Malang. Untuk kategori putri diraih oleh Salsabila Ranaita Ahmad (8A), sedangkan Farihul Alimin (7M) menjadi juara di kategori putra. Mereka mengungguli peserta lain dari 34 madrasah se-Kota Malang. Prestasi ini menjadi tradisi setelah tahun 2017 juga meraih juara pada ajang yang sama. Misbahul Amri selaku juri lomba pidato bahasa Indonesia mengaku kaget karena dua-duanya berasal dari sekolah yang sama. “Saya tidak tahu kalau mereka dari MTs 1 Kota Malang, karena memang tidak ada atribut dan   identitas di naskah maupun kostum mereka. Ini artinya mereka memang menguasai materi dan performansi yang apik,” tutur doktor Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang tersebut.      Koordinator Porseni MTs cabang pidato bahasa Indonesia, Yoga Prasetya...

Siswa MTsN 1 Kota Malang Raih Juara 1 Muslim Star Event 2019

Kota Malang (MTsN 1) – Siswa MTsN 1 Kota Malang, Muhammad Aziden Herlambang, berhasil meraih prestasi membanggakan pada bulan Ramadan tahun ini. Siswa kelas 8H tersebut sukses mendapatkan juara 1 dalam ajang Muse (Muslim Star Event) All Star 2019 yang diadakan oleh RRI Malang. Muse All Star adalah kompetisi hafalan Alquran bagi mereka yang telah berhasil meraih juara di ajang yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam grand final ajang yang tahun ini mengangkat tema let the star rise , Aziden tampil dengan penuh percaya diri dalam hafalan juz 29 dan berhasil meraih nilai tertinggi yang akhirnya mengantarkannya meraih predikat terbaik atau juara 1. Tak ayal, keberhasilan ini disambut dengan suka cita oleh siswa matsanewa tersebut beserta keluarganya. Aziden mengaku sangat senang dengan prestasi yang didapatnya kali ini, sekaligus meneruskan prestasi tahun lalu yang berhasil menjadi juara 1 Muse season 4. Sang ibu pun sangat bangga dengan raihan prestasi Aziden dan menyam...

Siswi MTsN 1 Kota Malang Raih Juara 1 Java English Competition 2019

Kota Malang (MTsN 1) – Siswi MTsN 1 Kota Malang, Kayana Ayunda Diyanti, sukses meraih juara 1 dalam ajang Java English Competition 2019, yang diadakan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Minggu (22/9). Ajang Java English Competition 2019, diikuti oleh berbagai siswa SMP/MTs se-Jawa. Kompetisi ini diawali dengan tahap penyisihan yang terbagi dalam beberapa rayon yang mewakili provinsi. “Di babak penyisihan diambil tiga peringkat terbaik yang akan lolos ke semifinal dan final yang diselenggarakan di kampus UINSA. Di semifinal peserta diharuskan menulis esai dan 10 karya terbaik akan mengikuti babak final. Di final peserta akan mempresentasikan apa yang sudah ditulisnya. Kemarin saya menulis esai tentang mengoptimalkan teknologi di bidang pendidikan,” jelas Kayana Ayunda Diyanti. Lebih lanjut, siswa kelas 9L Program Bilingual ini menjelaskan bahwa ia senang bisa meraih juara di ajang JEC 2019. “Alhamdulillah, saya senang dan bersyukur bisa meraih juara 1. M...