Kota Malang
(MTsN 1)
- Lima belas siswa, yang
terbagi dalam lima Tim Program Bilingual MTsN 1 Kota Malang, meraih sukses luar
biasa di ajang internasional, The World Scholar’s Cup (WSC) 2019, yang
diselenggarakan di Manila, Filipina. Bersaing dengan 1.500 siswa dari 31 negara, tim
siswa MTsN 1 Kota Malang memborong 21 medali emas dan 41 medali perak.
Lima belas siswa peraih medali tersebut berasal dari kelas VIII dan IX. Mereka adalah
Aline Anismara, Maftuhatussyifa, Nasya Nisrina Zahira, Rayyani Yahya, Ahmad
Naufal Maheswara Puspito, Abhista Dwi Putra Ramadany, M. Rizky Damary, Achmad
Rahiil Fauzi, Figo Ramadhan Firmansyah, Ananda Amalya Hasya, Kayana Ayunda
Diyanti, Azzahra Rahayu Eka Putri, dan Nashwa Amilla Rahmadhany, Khalisa Aliya
Ammara, dan Sevina Putri Salsabila.
MTsN 1 Kota Malang merupakan satu-satunya sekolah di bawah naungan
Kemenag yang mengikuti ajang WSC 2019 ini. Lomba ini menjadi salah satu ajang
perlombaan bahasa Inggris bergengsi di tingkat Internasional.
Nurul Hasanah, pembina tim Matsanewa saat dihubungi pada Senin (16/9),
mengungkapkan bahwa lomba yang tahun ini mengambil tema “A World
on The Margin” sebenarnya bukan untuk jenjang SMP, sebab para peserta harus
benar-benar mengetahui dan memahami tentang alien (studi di Amerika), musik,
dan sastra.
Lomba ini sebelumnya telah melalui seleksi di tingkat regional round
yang dilaksanakan di Surabaya pada bulan Mei lalu. Lima tim yang dikirim MTsN 1
Kota Malang ini bersaing dengan sekitar 400 siswa berasal dari Indonesia dan
beberapa negara lain.
Di tingkat ini kelima tim tersebut berhasil lolos ke tingkat global
round, yang diselenggarakan di Manila, Filipina. Di ajang perlombaan tersebut, tiga
dari lima tim MTsN 1 Kota Malang dinyatakan lolos ke jenjang berikutnya, yaitu Tournament
Of Champion (TOC), yang akan diselenggarakan di Yale University, Amerika
Serikat. Pada tingkat TOC, 100 peserta yang telah lolos di tingkat global round,
akan memperebutkan
beasiswa kuliah di Yale University, Amerika Serikat.
Menurut Samsudin, Kepala MTsN 1 Kota Malang, bahwa keberhasilan para
siswa ini merupakan prestasi di awal tahun pembelajaran yang sangat membanggakan.
Kunci keberhasilan di madrasah
ini, lanjutnya, bukan hanya disebabkan tingginya IQ para siswa tersebut, tetapi
juga kerja keras dan keseriusan. (Mcudy)
