Kota Malang (MTsN 1) - MTsN 1 Kota Malang terima
tamu rombongan studi
banding dari MTsN 11 Cirebon pada Senin (14/10). Rombongan berjumlah 41 orang,
yang terdiri dari Pengawas Madrasah, unsur pimpinan madrasah, guru, pegawai, dan satpam, ini diterima oleh Kepala dan Waka Humas MTsN 1
Kota Malang, Samsudin dan Mas’udi, di aula MTsN 1 Kota Malang mulai pukul 07.30
hingga 12.30 WIB.
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pemaparan
materi, tanya jawab, dan berkeliling lingkungan. Di dalam sambutannya pada awal
pertemuan, Cecep Jalaludin, selaku Kepala MTsN Cirebon, menyatakan bahwa kehadirannya beserta
rombongan intinya bertujuan untuk mempelajari bagaimana MTsN 1 Kota Malang mengupayakan
pencapaian prestasi yang luar biasa, baik yang diperoleh oleh para peserta didik, tenaga pendidik maupun
Lembaga, pemanfaatan networking sebagai alat komunikasi, baik di lingkungan interen maupun eksteren,
dan tentang Ma’had.
Selanjutnya Samsudin memberikan penjelasan
sekilas tentang MTsN 1 Kota Malang, di antaranya tentang awal berdirinya, macam dan waktu
pelaksanaan kegiatan, baik yang bersifat ekstra maupun intra kurikuler, kelanjutan para siswa ke
jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Mas’udi kemudian menambahkan penjelasan
pola pelaksanaan kegiatan pengembangan diri peserta didik, mulai dari pembinanya hingga siapa yang harus
menanggung biayanya. Mas’udi juga menjelaskan bahwa ada 8 upaya yang telah
dilakukan dalam mewujudkan madrasah sebagai sekolah unggulan. Upaya-upaya tersebut
sampai sekarang terus dilakukan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan
prestasi.
Pada kegiatan berkeliling di lingkungan
MTsN 1 Kota Malang, para peserta tidak dapat melihat secara menyeluruh kegiatan di MTsN 1
Kota Malang, sebab pada hari tersebut merupakan hari pertama pelaksanaan
Penilaian Tengah Semester (PTS). Akan tetapi harapan para peserta studi pengembangan
wawasan untuk dapat bertemu para guru MTsN 1 Kota Malang guna sharing, khususnya masalah pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan
perangkat pembelajaran dapat terlaksana dengan baik karena mereka bersedia
menunggu hingga para guru selesai melaksanakan tugas pengawasan pelaksanaan PTS.
(Mcudy)
