Langsung ke konten utama

Siswi MTsN 1 Kota Malang Sukses Raih Medali Emas Porseni Jatim

 

  

Kota Malang (MTsN 1) - Nayla Maziyah Fiddaroini, siswi kelas 8K MTsN 1 Kota Malang, berhasil mendapatkan medali emas, cabang lomba pidato bahasa Indonesia, Porseni MTs Jawa Timur 2021 yang diadakan secara daring.

Siswi yang biasa disapa Ella ini telah melewati seleksi administrasi, performansi melalui video babak penyisihan, dan babak final (10 besar) yang dilakukan melalui aplikasi Zoom.

Saat dihubungi pada Senin (1/11), Ella menyampaikan kesannya ketika meraih medali emas.

"Senang sekali bisa membawa nama baik MTsN 1 Kota Malang. Untuk bisa sampai menjadi juara, saya berlatih dengan serius dan tidak putus asa  mengulang latihan bersama Bu Yuyus, Pak Yoga, dan Bu Annes," ucap siswi kelas 8K (Program Tahfiz) tersebut.

Keberhasilan Ella meraih prestasi tidaklah instan. Hal itu karena sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah ia telah berkecimpung di bidang pidato bahasa Indonesia. 

"Jangan menyerah dan putus asa ketika kita mengalami kegagalan. Dulu saya pernah mewakili MIN di lomba Aksioma (Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah) tingkat provinsi di Pare, Kediri dan belum berhasil karena mendadak sakit. Akhirnya, Allah menggantinya sekarang. Terimakasih Bapak Ibu Guru pembina yang telah memberi kesempatan lagi kepada Ella," imbuhnya. (Red)

Postingan populer dari blog ini

MTsN 1 Kota Malang Borong Juara 1 Pidato Bahasa Indonesia Porseni MTs Kota Malang

Kota Malang (MTsN 1) – Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Malang kembali mengukir prestasi setelah berhasil meraih juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia kategori putra dan putri, Porseni MTs seluruh Kota Malang. Untuk kategori putri diraih oleh Salsabila Ranaita Ahmad (8A), sedangkan Farihul Alimin (7M) menjadi juara di kategori putra. Mereka mengungguli peserta lain dari 34 madrasah se-Kota Malang. Prestasi ini menjadi tradisi setelah tahun 2017 juga meraih juara pada ajang yang sama. Misbahul Amri selaku juri lomba pidato bahasa Indonesia mengaku kaget karena dua-duanya berasal dari sekolah yang sama. “Saya tidak tahu kalau mereka dari MTs 1 Kota Malang, karena memang tidak ada atribut dan   identitas di naskah maupun kostum mereka. Ini artinya mereka memang menguasai materi dan performansi yang apik,” tutur doktor Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang tersebut.      Koordinator Porseni MTs cabang pidato bahasa Indonesia, Yoga Prasetya...

Siswa MTsN 1 Kota Malang Raih Juara 1 Muslim Star Event 2019

Kota Malang (MTsN 1) – Siswa MTsN 1 Kota Malang, Muhammad Aziden Herlambang, berhasil meraih prestasi membanggakan pada bulan Ramadan tahun ini. Siswa kelas 8H tersebut sukses mendapatkan juara 1 dalam ajang Muse (Muslim Star Event) All Star 2019 yang diadakan oleh RRI Malang. Muse All Star adalah kompetisi hafalan Alquran bagi mereka yang telah berhasil meraih juara di ajang yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam grand final ajang yang tahun ini mengangkat tema let the star rise , Aziden tampil dengan penuh percaya diri dalam hafalan juz 29 dan berhasil meraih nilai tertinggi yang akhirnya mengantarkannya meraih predikat terbaik atau juara 1. Tak ayal, keberhasilan ini disambut dengan suka cita oleh siswa matsanewa tersebut beserta keluarganya. Aziden mengaku sangat senang dengan prestasi yang didapatnya kali ini, sekaligus meneruskan prestasi tahun lalu yang berhasil menjadi juara 1 Muse season 4. Sang ibu pun sangat bangga dengan raihan prestasi Aziden dan menyam...

MTsN 1 Kota Malang Raih Juara 1 Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional

Kota Malang (MTsN 1) – MAN Insan Cendekia Tangerang sukses melaksanakan kegiatan Sonic Linguistic 2019. Dari lomba lomba tersebut, MTsN 1 Kota Malang menjadi juara 1 di bidang lomba musikalisasi puisi. Tim Musikalisasi Puisi Matsanewa terdiri atas Kayana Ayunda Diyanti (vokal), Khansa Peridhia Naura (gitar), Aisyah Najwa Kasyfa (gitar), Nadira Berliana Cyril (biola), Tian Dyandra Annahel (biola), Djoni (pembina musik), Yoga Prasetya (pembina puisi), dan Mahardika (pendamping lomba).        Khansa Peridhia Naura, sang gitaris yang merangkap penabuh cajon, saat ditemui pada Rabu (27/2), menyatakan perasaan bahagianya. “Alhamdulillah, terima kasih kepada Pak Djoni, Pak Yoga, dan Pak Dika yang telah membina dan mendampingi kami. Saya pribadi masih banyak PR (evaluasi-red) yang harus diperbaiki. Misalnya, masih kaku saat memainkan cajon. Terus ekspresi wajah saya kata teman-teman masih kurang rileks,” ujar siswi kelas 8 bilingual tersebut sambil tertawa. ...