Langsung ke konten utama

Siswi MTsN 1 Kota Malang Raih Juara 1 Pencak Silat Porseni 2019




Kota Malang (MTsN 1) – Siswi MTsN 1, Niandarin Nadya Ulya, berhasil meraih juara 1 dalam cabang lomba pencak silat tunggal putri, Porseni MTs Kota Malang 2019, yang diadakan di lapangan tenis Universitas Negeri Malang,  Rabu (13/3).
Dengan menjadi juara 1, Niandarin juga akan menjadi wakil Kota Malang dalam Porseni Tingkat Jawa Timur yang akan dilaksanakan di Ponorogo pada Agustus mendatang.
Siswi kelas 7C tersebut mengaku sangat senang karena bisa meraih juara 1 pencak silat porseni Kota Malang. Selanjutnya ia juga akan berlatih lebih giat lagi guna mempersiapkan diri dalam ajang Porseni di tingkat provinsi, karena di ajang tersebut Niandarin juga berharap bisa menjadi juara 1 lagi.

Ahmad Maksum, guru olahraga dan koordinator ekstrakurikuler MTsN 1 Kota Malang, juga sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih Niandarin di cabang pencak silat.
“Alhamdulillah, Niandarin ini memang punya bakat pencak silat yang bagus dan sudah beberapa kali ia meraih juara. Dari segi teknik saat ini ia sudah semakin matang dan saya juga berharap ia tetap rajin berlatih agar nanti saat di Porseni tingkat provinsi bisa meraih prestasi terbaik,” ungkapnya.
Dalam pencak silat Porseni MTs Kota Malang, cabang yang dipertandingkan adalah seni, yaitu peserta baik perorangan maupun kelompok diberi waktu tiga menit untuk tampil memperagakan jurus-jurus silatnya. (Zul)

Postingan populer dari blog ini

MTsN 1 Kota Malang Borong Juara 1 Pidato Bahasa Indonesia Porseni MTs Kota Malang

Kota Malang (MTsN 1) – Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Malang kembali mengukir prestasi setelah berhasil meraih juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia kategori putra dan putri, Porseni MTs seluruh Kota Malang. Untuk kategori putri diraih oleh Salsabila Ranaita Ahmad (8A), sedangkan Farihul Alimin (7M) menjadi juara di kategori putra. Mereka mengungguli peserta lain dari 34 madrasah se-Kota Malang. Prestasi ini menjadi tradisi setelah tahun 2017 juga meraih juara pada ajang yang sama. Misbahul Amri selaku juri lomba pidato bahasa Indonesia mengaku kaget karena dua-duanya berasal dari sekolah yang sama. “Saya tidak tahu kalau mereka dari MTs 1 Kota Malang, karena memang tidak ada atribut dan   identitas di naskah maupun kostum mereka. Ini artinya mereka memang menguasai materi dan performansi yang apik,” tutur doktor Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang tersebut.      Koordinator Porseni MTs cabang pidato bahasa Indonesia, Yoga Prasetya...

Siswa MTsN 1 Kota Malang Raih Juara 1 Muslim Star Event 2019

Kota Malang (MTsN 1) – Siswa MTsN 1 Kota Malang, Muhammad Aziden Herlambang, berhasil meraih prestasi membanggakan pada bulan Ramadan tahun ini. Siswa kelas 8H tersebut sukses mendapatkan juara 1 dalam ajang Muse (Muslim Star Event) All Star 2019 yang diadakan oleh RRI Malang. Muse All Star adalah kompetisi hafalan Alquran bagi mereka yang telah berhasil meraih juara di ajang yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam grand final ajang yang tahun ini mengangkat tema let the star rise , Aziden tampil dengan penuh percaya diri dalam hafalan juz 29 dan berhasil meraih nilai tertinggi yang akhirnya mengantarkannya meraih predikat terbaik atau juara 1. Tak ayal, keberhasilan ini disambut dengan suka cita oleh siswa matsanewa tersebut beserta keluarganya. Aziden mengaku sangat senang dengan prestasi yang didapatnya kali ini, sekaligus meneruskan prestasi tahun lalu yang berhasil menjadi juara 1 Muse season 4. Sang ibu pun sangat bangga dengan raihan prestasi Aziden dan menyam...

MTsN 1 Kota Malang Raih Juara 1 Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional

Kota Malang (MTsN 1) – MAN Insan Cendekia Tangerang sukses melaksanakan kegiatan Sonic Linguistic 2019. Dari lomba lomba tersebut, MTsN 1 Kota Malang menjadi juara 1 di bidang lomba musikalisasi puisi. Tim Musikalisasi Puisi Matsanewa terdiri atas Kayana Ayunda Diyanti (vokal), Khansa Peridhia Naura (gitar), Aisyah Najwa Kasyfa (gitar), Nadira Berliana Cyril (biola), Tian Dyandra Annahel (biola), Djoni (pembina musik), Yoga Prasetya (pembina puisi), dan Mahardika (pendamping lomba).        Khansa Peridhia Naura, sang gitaris yang merangkap penabuh cajon, saat ditemui pada Rabu (27/2), menyatakan perasaan bahagianya. “Alhamdulillah, terima kasih kepada Pak Djoni, Pak Yoga, dan Pak Dika yang telah membina dan mendampingi kami. Saya pribadi masih banyak PR (evaluasi-red) yang harus diperbaiki. Misalnya, masih kaku saat memainkan cajon. Terus ekspresi wajah saya kata teman-teman masih kurang rileks,” ujar siswi kelas 8 bilingual tersebut sambil tertawa. ...