Langsung ke konten utama

Siswa MTsN 1 Kota Malang Ikuti Myres 2019



Kota Malang (MTsN 1) – Muhammad Alim Majid dan Muhammad Ismail Umar, dua siswa MTsN 1 Kota Malang terpilih mengikuti Madrasah Young Researcher Super Camp (Myres) 2019 di Hotel ARA Gading Serpong Banten. Dari 1.018 siswa seluruh Indonesia, hanya ada 54 siswa yang berhak mengikuti Myres 2019.
Alim, panggilan akrab Muhammad Alim Majid, saat ditemui pada Senin (8/7) begitu bahagia bisa lolos Myres Super Camp. “Alhamdulillah, bisa masuk Supercamp Myres 2019. Saya dan Mas Mail (Muhammad Ismail Umar-red) sangat berterima kasih kepada para pembina KIR Matsanewa,” ujar siswa yang masuk dalam kelas bilingual tersebut tersebut. “Untuk selanjutnya kami mohon doanya supaya bisa lolos grand final dan menjadi yang terbaik.  Amin ,” tambahnya.

Sementara itu, Guru Pembina KIR MTsN 1 Kota Malang, Yoga Prasetya, bersyukur ada siswanya yang berprestasi di tingkat nasional, khususnya  ajang Myres. “Tahun ini, anak didik kami, Alim dan Mail, alhamdulillah bisa lolos Myres 2019. Keberhasilan anak-anak tidak lepas dari dukungan Pak Samsudin dan bimbingan Bu Fida, Bu Lely, Mbak Mus, Mas Teguh, serta seluruh civitas akademika Matsanewa,” tutur guru alumnus Universitas Negeri Malang tersebut. 
Myres merupakan kompetisi penulisan karya ilmiah tingkat nasional yang digagas bagi siswa madrasah. Dalam kegiatan Myres, ada tiga kategori yang dilombakan, yaitu bidang Matematika, Sains, dan Pengembangan Teknologi (MST), bidang Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH), serta bidang Ilmu Keagamaan. (PS)       

Postingan populer dari blog ini

MTsN 1 Kota Malang Borong Juara 1 Pidato Bahasa Indonesia Porseni MTs Kota Malang

Kota Malang (MTsN 1) – Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Malang kembali mengukir prestasi setelah berhasil meraih juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia kategori putra dan putri, Porseni MTs seluruh Kota Malang. Untuk kategori putri diraih oleh Salsabila Ranaita Ahmad (8A), sedangkan Farihul Alimin (7M) menjadi juara di kategori putra. Mereka mengungguli peserta lain dari 34 madrasah se-Kota Malang. Prestasi ini menjadi tradisi setelah tahun 2017 juga meraih juara pada ajang yang sama. Misbahul Amri selaku juri lomba pidato bahasa Indonesia mengaku kaget karena dua-duanya berasal dari sekolah yang sama. “Saya tidak tahu kalau mereka dari MTs 1 Kota Malang, karena memang tidak ada atribut dan   identitas di naskah maupun kostum mereka. Ini artinya mereka memang menguasai materi dan performansi yang apik,” tutur doktor Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang tersebut.      Koordinator Porseni MTs cabang pidato bahasa Indonesia, Yoga Prasetya...

Siswa MTsN 1 Kota Malang Raih Juara 1 Muslim Star Event 2019

Kota Malang (MTsN 1) – Siswa MTsN 1 Kota Malang, Muhammad Aziden Herlambang, berhasil meraih prestasi membanggakan pada bulan Ramadan tahun ini. Siswa kelas 8H tersebut sukses mendapatkan juara 1 dalam ajang Muse (Muslim Star Event) All Star 2019 yang diadakan oleh RRI Malang. Muse All Star adalah kompetisi hafalan Alquran bagi mereka yang telah berhasil meraih juara di ajang yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam grand final ajang yang tahun ini mengangkat tema let the star rise , Aziden tampil dengan penuh percaya diri dalam hafalan juz 29 dan berhasil meraih nilai tertinggi yang akhirnya mengantarkannya meraih predikat terbaik atau juara 1. Tak ayal, keberhasilan ini disambut dengan suka cita oleh siswa matsanewa tersebut beserta keluarganya. Aziden mengaku sangat senang dengan prestasi yang didapatnya kali ini, sekaligus meneruskan prestasi tahun lalu yang berhasil menjadi juara 1 Muse season 4. Sang ibu pun sangat bangga dengan raihan prestasi Aziden dan menyam...

MTsN 1 Kota Malang Raih Juara 1 Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional

Kota Malang (MTsN 1) – MAN Insan Cendekia Tangerang sukses melaksanakan kegiatan Sonic Linguistic 2019. Dari lomba lomba tersebut, MTsN 1 Kota Malang menjadi juara 1 di bidang lomba musikalisasi puisi. Tim Musikalisasi Puisi Matsanewa terdiri atas Kayana Ayunda Diyanti (vokal), Khansa Peridhia Naura (gitar), Aisyah Najwa Kasyfa (gitar), Nadira Berliana Cyril (biola), Tian Dyandra Annahel (biola), Djoni (pembina musik), Yoga Prasetya (pembina puisi), dan Mahardika (pendamping lomba).        Khansa Peridhia Naura, sang gitaris yang merangkap penabuh cajon, saat ditemui pada Rabu (27/2), menyatakan perasaan bahagianya. “Alhamdulillah, terima kasih kepada Pak Djoni, Pak Yoga, dan Pak Dika yang telah membina dan mendampingi kami. Saya pribadi masih banyak PR (evaluasi-red) yang harus diperbaiki. Misalnya, masih kaku saat memainkan cajon. Terus ekspresi wajah saya kata teman-teman masih kurang rileks,” ujar siswi kelas 8 bilingual tersebut sambil tertawa. ...